Friday, July 14, 2017

Tentang Layanan Ghostwriting

1. Apakah Ghostwriter Itu?

Selain menulis buku, saya cukup sering menulis berbagai artikel di media dan beberapa kali menjadi ghostwriter. Menulis artikel di media mungkin sudah lazim didengar, namun ghostwriter... apakah itu?
Ghostwriter kalau diterjemahkan secara sederhana adalah penulis bayangan yang melayani permintaan pihak lain (atau klien) untuk menulis. Pada umumnya, buku yang diminta klien adalah untuk kepentingan self branding. Buku untuk kepentingan self branding biasanya memuat perjalanan kehidupan seseorang, nilai-nilai yang ia pelajari, ilmu yang ia bagikan, atau perubahan yang terjadi dalam kehidupannya yang ia harapkan menjadi ilham bagi orang lain. Silakan menyimak beberapa contoh berikut:

·         Seorang dokter atau pekerja sosial yang menyembuhkan banyak orang atau melayani masyarakat dapat membuat kisah perjalanan karir dan pelayanannya sehingga menginspirasi orang lain berbuat kebaikan bagi sesama.
·         Seorang trainer atau motivator dapat membuat buku yang berisi perjalanan hidup, nilai-nilai yang berharga, juga hikmah meraih kesuksesan atau menggali potensi diri yang menginspirasi dan menggugah hidupnya serta orang-orang di sekitarnya, terutama orang-orang yang hadir dalam seminar atau kelas-kelasnya.
·         Seorang pengusaha dapat membuat buku yang berisi catatan perjuangan jatuh-bangunnya merintis usaha, mengembangkan usaha, hingga akhirnya usahanya memberi hasil dan menyejahterakan orang lain.
·         Seorang yang ingin tampil di panggung politik mungkin perlu merumuskan visi, misi, dan harapan yang hendak dicapainya, menyebarkannya kepada sebanyak mungkin orang. Karena ia mungkin sibuk berkonsolidasi, atau mobile ke sana kemari, ia dapat menggunakan jasa ghostwriter untuk menulis.
·         Dan masih banyak contoh lainnya.

Dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa tiap orang dapat menjadi sumber inspirasi, pelajaran, atau ilmu bagi orang lain melalui karya berupa buku. Namun, tidak semua orang yang disebut di atas, juga orang-orang lain, memiliki waktu atau kecakapan menulis buku. Oleh karena itulah jasa seorang ghostwriter (penulis bayangan) diperlukan.
Jadi, selain sebagai klien, orang yang kisah hidup atau pelajaran dari hidupnya nantinya ditulis menjadi buku disebut sebagai narasumber atau penulis. Ghostwriter menggarap penulisan buku hingga tuntas, dan namanya tidak dicantumkan. Agar lebih jelas, tugas ghostwriter akan dijabarkan dalam poin selanjutnya.

2. Tugas Ghostwriter

Dalam penulisan buku untuk kepentingan self branding, ghostwriter akan mewawancarai klien atau narasumber atau penulis. Di dalam wawancara, ghostwriter akan menggali berbagai informasi yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan penulisan buku. Penyelesaian suatu buku tergantung dari ketebalan buku yang disepakati. Biaya penulisan buku relatif, tergantung banyak hal seperti ketebalan buku, jumlah wawancara yang diadakan, dan sebagainya. (Untuk lebih jelas, tarif akan dijabarkan di poin ketiga.)
Ghostwriter tidak berperan dalam penerbitan buku. Ghostwriter bertugas menulis buku sampai selesai. Penerbitan buku sepenuhnya berada di tangan klien atau narasumber atau penulis. Perlu dicatat, tugas ghostwriter tidak hanya mengetik, namun sampai pada dua tahap berikutnya, yaitu menyunting (editing) dan menyempurnakan (proofing) naskah.
Namun demikian, ghostwriter dapat juga memberikan konsultasi seputar penerbitan buku bila diperlukan: dari mendesain sampul buku, me-layout halaman, mengurus ISBN, atau membantu mencarikan percetakan.
Saya, karena sudah berpengalaman menerbitkan buku di beberapa penerbit mayor (Andi, Gloria Graffa, Gramedia Pustaka Utama, dan Bhuana Ilmu Populer), juga bisa membantu klien atau penulis atau narasumber manakala ingin naskahnya diterbitkan di penerbit-penerbit itu. Namun, naskah yang diajukan ke penerbit-penerbit itu tidak selalu dinyatakan layak terbit karena layak atau tidak terbitnya sebuah naskah merupakan kebijakan internal tiap penerbitan.
Alternatif lain yang bisa ditempuh adalah menerbitkan secara mandiri atau menjalin kerjasama tertentu dengan beberapa penerbit yang membuka diri untuk membiayai penerbitan buku secara bersama-sama.
Menerbitkan dan mencetak buku secara mandiri (tidak bergantung pada penerbit mayor) juga bisa jauh lebih menguntungkan, terutama jika klien atau penulis atau narasumber sudah memiliki target pembeli atau pembaca buku yang jelas. Untuk lebih jelas, silakan simak contoh target pemasaran buku berikut:
                                                                                               
Klien/Penulis/Narasumber
Target Pembeli/Pembaca Buku
Pengajar (dosen atau guru)
murid atau mahasiswanya
Dokter
pasien yang sering berobat kepadanya
Trainer atau motivator
orang yang hadir dalam seminar atau kelasnya
                                               
3. Tarif Ghostwriter dan Nilai Buku

Soal tarif, saya menetapkan harga yang sangat fleksibel, mulai Rp60.000,00 (enam puluh ribu rupiah) hingga Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) per halaman. Halaman yang saya maksud adalah halaman ketik, bukan halaman buku. Untuk halaman ketik, standarnya adalah: kertas A4, huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, margin 3-3-3-3 cm. Halaman buku biasanya menggunakan kertas A5, bukan A4. Berdasarkan pengalaman menulis, jumlah halaman buku biasanya 1,5 (satu setengah) kali lebih banyak daripada jumlah halaman ketik. (Sebagai perumpamaan, naskah setebal 100 halaman ketik akan berubah menjadi 150 halaman buku.)
Pertanyaannya, mengapa jarak harga begitu besar, dari Rp60.000,00 hingga Rp500.000,00? Semoga dua gambaran berikut bisa membantu:
Pertama, seorang motivator meminta saya menulis buku tentang nilai-nilai kesuksesan yang diajarkannya. Untuk menulis, saya hanya perlu mendengarkannya berbicara di seminar-seminar yang ia selenggarakan. Rekaman seminarnya, ditambah beberapa hal lainnya yang ia anggap perlu, sudah bisa menjadi bahan menulis buku.
Kedua, seorang anak dari seorang pria yang sudah meninggal ingin menulis buku tentang ayahnya. Untuk menulisnya, saya diminta memahami sejarah keluarga besar, kiprah sang ayah, dan berbagai relasi sang ayah semasa ia hidup. Tentu, data-data demikian tidak mudah untuk ditelusuri dan dicari.
Semoga, lewat dua gambaran di atas pembaca memahami, bahwa tingkat kesulitan penulisan sebuah buku sangatlah beragam.
Mungkin pembaca ada yang menganggap tarif itu mahal. Namun, kalau kita memahami nilai sebuah buku, anggapan itu bisa berubah. Dari pengalaman saya, setidaknya buku memiliki dua nilai penting, yaitu komersial dan artistik-historis.
Nilai komersial buku menjadi tinggi ketika terjual laris. Katakanlah, buku anda dicetak 3000 eksemplar, satu eksemplar harganya Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah). Dari situ, royalti yang anda terima (umumnya 10% dari harga jual) adalah 3000 x Rp5000,00 atau sama dengan Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). Padahal, untuk buku yang dijual seharga Rp50.000,00 mungkin anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp7.000.000,00 (tujuh juta rupiah) sampai Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk membayar ghostwriter. Belum lagi kalau buku itu dicetak ulang, royalti anda bisa makin besar, dan anda tidak punya kewajiban membayar biaya tambahan kepada ghostwriter.
Nilai artistik-historis buku muncul ketika buku menjadi dokumentasi atau referensi yang berharga, walaupun tak terjual laris. Buku itu bisa menjadi catatan atau pembelajaran penting yang dipelajari oleh orang-orang yang terhubung dengan anda seperti keluarga, rekan kerja, atau para sahabat.

4. Tambahan: Tidak Selalu Berbentuk Buku

Selain buku, saya pernah beberapa kali diminta beberapa pihak untuk menulis artikel. Prinsip kerjanya sama seperti ghostwriter, tapi klien hanya meminta saya menulis artikel yang panjangnya 800-1000 kata. Artikel itu dikirimkan ke media, atau dimuat di situs web yang sesuai konten artikel.
Berapakah tarifnya? Untuk artikel seperti ini, saya mematok harga dari Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) hingga Rp700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah), lagi-lagi tergantung tingkat kesulitannya. Dasar bagi pematokan harga ini adalah jumlah honor yang umumnya saya terima dari beberapa media yang pernah memuat tulisan saya.

5. Penutup

Demikian yang saya sampaikan. Terima kasih bila sudah menyimak sejauh ini. Anda tertarik membuat buku? Sebagai catatan kehidupan yang ingin anda bagikan untuk orang-orang di sekitar anda, bisa. Sebagai cara untuk membagi ilmu atau pengalaman, bisa. Atau sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan finansial karena anda sudah memiliki target pembeli, juga bisa.
Kalau ada hal-hal lain yang masih perlu ditanyakan atau ingin diobrolkan, silakan mengontak saya lewat e-mail sidiknugroho@yahoo.com atau nomor ponsel/Whatsapp 081.334.130.130.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.